Powered By Blogger

Minggu, 10 April 2011

Keutamaan Ilmu

 Dulu, salah satu guru saya berpesan. “Jika kamu disuruh memilih antar ilmu dan harta, maka pilihlah ilmu karena ilmu lebih utama daripada harta”. Semoga artikel berikut bisa bermanfaat.
Keutamaan ilmu atas harta dapat diketahui dari beberapa segi :
  1. Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan para raja dan orang-orang kaya.
  2. Ilmu akan menjaga pemiliknya, sedangkan pemilik harta menjaga hartanya.
  3. Ilmu adalah penguasa atas harta, sedangkan harta tidak berkuasa atas ilmu.
  4. Harta akan habis dengan dibelanjakan, sedangkan ilmu akan bertambah jika diajarkan.
  5. Apabila meninggal dunia, pemilik harta akan berpisah dengan hartanya, sedangkan ilmu akan masuk bersamanya ke dalam kubur.
  6. Harta dapat diperoleh orang-orang mukmin maupun kafir, orang baik maupun orang jahat. Sedangkan ilmu yang bermanfaat hanya dapat diperoleh orang-orang yang beriman.
  7. Orang yang berilmu dibutuhkan oleh para raja dan selain mereka, sedangkan pemilik harta hanya dibutuhkan oleh orang-orang miskin.
  8. Jiwa akan mulia dan bersih dengan mengumpulkan ilmu dan berusaha memperolehnya -hal itu termasuk kesempurnaan dan kemuliaannya – sedangkan harta tidak membersihkannya, tidak menyempurnakannya bahkan tidak menambah sifat kemuliaan.
  9. Harta itu mengajak jiwa kepada bertindak sewenang-wenang dan sombong, sedangkan ilmu mengajaknya untuk rendah hati dan melaksanakan ibadah.
  10. Ilmu membawa dan menarik jiwa kepada kebahagiaan yang Allah ciptakan untuknya, sedangkan harta adalah penghalang antara jiwa dengan kebahagiaan tersebut.
  11. Kekayaan ilmu lebih mulia daripada kekayaan harta karena kekayaan harta berada di luar hakikat manusia, seandainya harta itu musnah dalam satu malam saja, jadilah ia orang yang miskin, sedangkan kekayaan ilmu tidak dikhawatirkan kefakirannya, bahkan ia akan terus bertambah selamanya, pada hakikatnya ia adalah kekayaan yang paling tinggi.
  12. Mencintai ilmu dan mencarinya adalah pokok segala ketaatan, sedangkan cinta dunia dan harta dan mencarinya adalah pokok segala kesalahan.
  13. Nilai orang kaya ada pada hartanya dan nilai orang yang berilmu ada pada ilmunya. Apabila hartanya lenyap, lenyaplah nilainya dan tidak tersisa tanpa nilai, sedangkan orang yang berilmu nilai dirinya tetap langgeng, bahkan nilainya akan terus bertambah.
  14. Tidaklah satu orang melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala, melainkan dengan ilmu, sedangkan sebagian besar manusia berbuat maksiat kepada Allah lantaran harta mereka.
  15. Orang yang kaya harta selalu ditemani dengan ketakutan dan kesedihan, ia sedih sebelum mendapatkannya dan merasa takut setelah memperoleh harta, setiap kali hartanya bertambah banyak, bertambah kuat pula rasa takutnya. Sedangkan orang yang kaya ilmu selalu ditemani rasa aman, kebahagiaan, dan kegembiraan.
Wallaahu a’lam
Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”
Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Tiga kunci Hidup Bahagia


hidup.jpg

Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik? Mungkin Anda akan mengatakan ”ya.” Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.
Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya.

Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.

Budha Gautama pernah mengatakan, ”Keinginan- keinginan yang ada pada manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan. ” Ia benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah Anda putuskan dari awal.

Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana.
Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.
Ada tiga pikiran yang perlu senantiasa Anda tumbuhkan. Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam. Saya kira ajaran seperti ini bukan hanya kita temukan dalam Islam saja, tetapi juga dalam ajaran agama yang lain.

Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan. Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaanny a. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain.

Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!

Kunci kedua adalah bersyukur. Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah.

Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.

Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.
Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.
Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil. Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.

Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ”agak besar.” Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup sebenarnya hanyalah masalah-masalah kecil.

Oleh: Arvan Pradiansyah
Dosen UI & Pengamat Manajemen SDM

Sabtu, 09 April 2011

Serpihan Rindu


Oleh : Noni Haritsya

Apa kabar sahabat?

angin membisikkan lagu rindu padaku
mungkin aku yang terlalu mengenangmu
mendekap bayangmu sembari mengukir
ujung rindu yang membelenggu hatiku

Seperti apa wajahmu kini
masihkah seperti dulu berhias senyum lugu
aku ta' tahu tapi aku mengingatmu
mengingat hari-hari yang telah kita lewati
meski kini yang tersisa hanya rintihan sepi


Lautan biru berombak menghantarkan puisi rindu
hingga sampailah untaian jemariku pada layarmu
meski ntah bagaimana jawabmu
tapi inilah isi hatiku biar kuurai padamu

Ada debar dalam dadaku
ketika kupandang gumpalan awan di langit biru
sejauh itukah antara kau dan aku
hingga sapaku terkadang ta' terbalas olehmu
karena terhalang awan yang mulai menghitam

Mungkin rasa ta' lagi seperti dulu
mungkin ikatan tlah terurai waktu
sampai ta' ada lagi bisik lirih dari hati
sekedar bertanya apa kabarmu di sana

Ta' pernah lagi ada waktu tu' saling bercerita
bagaimana cantiknya melukis hari
pada kanvas berwarna pelangi
mungkin kita juga tlah lupa
betapa hangatnya saling menggenggam jemari
ntahlah,tapi mungkin ini salahku

Sahabat
jika ini sapa pembukaku
kutitipkan ribuan haturan ma'afku
pada kicau burung yang terdengar sendu
kuselipkan jutaan rasa sesalku
pada selah-selah jemari sang dewi hari
atas salah yang membekas lara
atas kata yang menggores luka
ma'af sahabat... aku ta' pernah memahamimu

tapi
jika ini adalah sapa penghujungku
bolehkah aku pinta padamu
bisikan pada angin
katakan pada langit
beritahukan pada gemericik air
sampaikan pada pucuk-pucuk dedaunan
agar terdengar olehku seberapa berartinya aku di matamu

Sahabat
sungguh dalamnya rinduku sedalam artimu di hatiku

Minggu, 27 Maret 2011

9 Penemuan Islam Yang Menggemparkan Dunia

Kehidupan modern tak lepas dari penemuan-penemuan ilmuwan muslim. Proyek 1001 kembali mengingatkan sejarah 1000 tahun warisan muslim yang terlupakan.

Ada sebuah lubang dalam ilmu pengetahuan manusia, melompat dari zaman Renaisans langsung kepada Yunani, ujar Chairman Yayasan Sains, Teknologi dan Peradaban Profesor Salim al-Hassani pemimpin 1001 Penemuan.

Saat ini Penemuan 1001 sedang pameran di Museum Sains London. Hassani mengharapkan pameran tersebut akan menegaskan kembali kontribusi peradaban non-barat, seperti kerajaan muslim yang suatu waktu pernah menutupi Spanyol dan Portugis, Italia selatan dan terbentang seluas daratan China.

Inilah penemuan muslim yang luar biasa:

1. Operasi Bedah
Sekitar tahun 1000, seorang dokter Al Zahrawi mempublikasikan 1500 halaman ensiklopedia berilustrasi tentang operasi bedah yang digunakan di Eropa sebagai referensi medis selama lebih dari 500 tahun. Diantara banyak penemu, Zahrawi yang menggunakan larutan usus kucing menjadi benang jahitan, sebelum menangani operasi kedua untuk memindahkan jahitan pada luka. Dia juga yang dilaporkan melakukan operasi caesar dan menciptakan sepasang alat jepit pembedahan.




2. Kopi
Saat ini warga dunia meminum sajian khas tersebut tetapi, kopi pertama kali dibuat di Yaman pada sekitar abad ke-9. Pada awalnya kopi membantu kaum sufi tetap terjaga ibadah larut malam. Kemudian dibawa ke Kairo oleh sekelompok pelajat yang kemudian kopi disukai oleh seluruh kerajaan. Pada abad ke-13 kopi menyeberang ke Turki, tetapi baru pada abad ke-16 ketika kacang mulai direbus di Eropa, kopi dibawa ke Italia oleh pedagang Venesia.




3. Mesin Terbang
Abbas ibn Firnas adalah orang pertama yang mencoba membuat konstruksi sebuah pesawat terbang dan menerbangkannya. Di abad ke-9 dia mendesain sebuah perangkat sayap dan secara khusus membentuk layaknya kostum burung. Dalam percobaannya yang terkenal di Cordoba Spanyol, Firnas terbang tinggi untuk beberapa saat sebelum kemudian jatuh ke tanah dan mematahkan tulang belakangnya. Desain yang dibuatnya secara tidak terduga menjadi inspirasi bagi seniman Italia Leonardo da Vinci ratusan tahun kemudian.




4. Universitas
Pada tahun 859 seorang putri muda bernama Fatima al-Firhi mendirikan sebuah universitas tingkat pertama di Fez Maroko. Saudara perempuannya Miriam mendirikan masjid indah secara bersamaan menjadi masjid dan universitas al-Qarawiyyin dan terus beroperasi selama 1.200 tahun kemudian. Hassani mengatakan dia berharap orang akan ingat bahwa belajar adalah inti utama tradisi Islam dan cerita tentang al-Firhi bersaudara akan menginspirasi wanita muslim di mana pun di dunia.




5. Aljabar
Kata aljabar berasal dari judul kitab matematikawan terkenal Persia abad ke-9 Kitab al-Jabr Wal-Mugabala, yang diterjemahkan ke dalam buku The Book of Reasoning and Balancing. Membangun akar sistem Yunani dan Hindu, aljabar adalah sistem pemersatu untuk nomor rasional, nomor tidak rasional dan gelombang magnitudo. Matematikawan lainnya Al-Khwarizmi juga yang pertama kali memperkenalkan konsep angka menjadi bilangan yang bisa menjadi kekuatan.




6. Optik
Banyak kemajuan penting dalam studi optik datang dari dunia muslm, ujar Hassani. Diantara tahun 1.000 Ibn al-Haitham membuktikan bahwa manusia melihat obyek dari refleksi cahaya dan masuk ke mata, mengacuhkan teori Euclid dan Ptolemy bahwa cahaya dihasilkan dari dalam mata sendiri. Fisikawan hebat muslim lainnya juga menemukan fenomena pengukuran kamera di mana dijelaskan bagaimana mata gambar dapat terlihat dengan koneksi antara optik dan otak.




7. Musik
Musisi muslim memiliki dampak signifikan di Eropa. Di antara banyak instrumen yang hadir ke Eropa melalui timur tengah adalah lute dan rahab, nenek moyang biola. Skala notasi musik modern juga dikatakan berasal dari alfabet Arab.




8. Sikat Gigi
Menurut Hassani, Nabi Muhammad SAW mempopulerkan penggunaan sikat gigi pertama kali pada tahun 600. Menggunakan ranting pohon Miswak, untuk membersihkan gigi dan menyegarkan napas. Substansi kandungan di dalam Miswak juga digunakan dalam pasta gigi modern.

9. Engkol
Banyak dasar sistem otomatis modern pertama kali berasal dari dunia muslim, termasuk pemutar yang menghubungkan sistem. Dengan mengkonversi gerakan memutar dengan gerakan lurus, pemutar memungkinankan obyek berat terangkat relatif lebih mudah. Teknologi tersebut ditemukan oleh Al-jazari pada abad ke-12, kemudian digunakan dalam penggunaan sepeda hingga kini.



http://99ratiz.blogspot.com/2011/03/9-penemuan-islam-yang-menggemparkan.html

Berapa lama batas waktu tinggalnya Dajjal di muka bumi ?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1TKg4oqea17jcRnrZdy4XvkzFZmIN-sqqay0zHUH320vyzuO1KdcOnHX8VsUpfOqmI7X_ZmspCGHft7rAeHfAETO8k3fVv50r2Mhjuo1JqsDKlgXFqXimWCakZggBHFTR72fk9ozUE9Tz/s1600/dajjal.jpg

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Berapa lama batas waktu tinggalnya dajjal di muka bumi ?
Jawaban:
Lamanya dajjal tinggal di muka bumi hanya empat puluh hari. Akan tetapi sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan dan sehari seperti seminggu. Seluruh hari-hari yang dilaluinya seperti hari-hari yang kita lalui sekarang. demikianlah yang dituturkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para sahabat pernah bertanya kepada Nabi, “Ya Rasulullah, hari yang seperti setahun ini, apakah cukup shalat sehari saja ?” Beliau menjawab, “Tidak! Kira-kirakanlah saja !”

Perhatikanlah contoh seperti ini agar kita bisa mengambil pelajaran bagaimana para sahabat senantiasa membenarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka tidak mau mentahrif (merubah atau menyelewengkan makna) atau menta’wil atau mengatakan bahwa hari tidak mungkin molor, karena matahari itu senantiasa beredar pada porosnya dan tidak berubah, akan tetapi memanjang lantaran banyak kesulitan yang terjadi pada hari itu atau karena hari itu sungguh melelahkan. Mereka tidak mengatakan demikian sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang sok pintar, akan tetapi membenarkan bahwa hari itu setahunnya juga dua belas bulan secara hakiki tanpa perlu ditahrif ataupun di ta’wil.

Demikianlah mestinya seorang mukmin yang hakiki senantiasa tunduk terhadap apa yang diberikan oleh Allah dan RasulNya berupa masalah-masalah ghaib meskipun akalnya tidak sampai. Mereka tahu bahwa apa yang diberitakan oleh Allah dan RasulNya tidak mungkin sesuatu yang mustahil secara akal akan tetapi akal yang tidak sampai karena tak mampu mengetahuinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan bahwa hari pertama dari hari-hari yang dilalui oleh dajjal adalah seperti setahun. Sekiranya hadits ini dibaca oleh roang-orang “belakangan” (muta’akhirin) yang mengaku sebagai kaum intelektual, mereka akan mengatakan, bahwa panjangnya hari itu merupakan majaz dari keletihan dan kesulitan yang ada pada hari itu, karena hari-hari bahagia adalah pendek sedangkan hari-hari sial adalah panjang.

Berbeda dengan para sahabat Radhiyallahu ‘anhum yang karena kejernihan hati dan ketundukan mereka menerima apa adanya dan mengatakan dengan polos bahwa dzat yang telah menciptakan matahari menjadikannya berputar selama dua puluh empat jam sehari semalam kuasa untuk menjadikannya berputar selama dua belas bulan, karena Pencipta itu hanya satu dan dia Maha Kuasa. Karena itulah mereka menerima dan pasrah, sedangkan yang ditanyakan adalah, “Bagaimana kami melakukan shalat !” Mereka menanyakan tentang masalah syar’i yang dibebankan kepada mereka, yaitu shalat.

Demi Allah, ini merupakan hakikat ketundukan dan kepasrahan. Mereka mengatakan, “Ya Rasulullah! Hari yang seperti setahun itu, cukupkah bagi kita shalat sehari saja ?” Beliau menjawab, “Tidak, namun kira-kirakanlah saja !” Subhanallah …. Jika anda mau merenungkan, pasti jelas sekali bawah dien ini benar-benar sempurna dan menyeluruh, karena tidak mungkin ada satu masalahpun yang dibutuhkan oleh manusia sampai hari kiamat melainkan akan dia dapatkan pangkalnya dien ini.
Bagaimana Allah membuat para sahabat itu menanyakan yang demikian ? Ini dimaksudkan agar dien ini menjadi sempurna dan tidak lagi butuh penyempurnaan. Manusia yang hidup di daerah-daerah kutub sekarang ini membutuhkan penjelasan semacam ini, karena disana bisa terjadi malam hari selama enam bulan dan siang hari selama enam bulan pula. Oleh karena itu, mereka membutuhkan hadits ini. Perhatikanlah bagaimana Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan fatwa seperti ini sebelum problema seperti ini terjadi, karena Allah telah berfirman.
“Artinya : Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian din kalian dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku atas kalian” [Al-Ma’idah : 3]

Demi Allah, kalau kita renungkan “Telah Aku sempurnakan din kalian atas kalian”, pastilah kita tahu bahwa selamanya tidak akan terdapat satu kekuranganpun. Ia sempurna dari segala sisi. Sedangkan kekurangan ada pada diri kita, entah karena sempitnya akal dan pemahaman kita atau karena adanya kehendak-kehendak yang tidak terarah dan tidak terkendali dari manusia yang hanya ingin memenangkan pendapatnya sehingga ia buta dari kebenaran. Namun kalau saja kita mau perhatikan berdasarkan ilmu dan pengetahuan serta niat baik, pasti akan kita dapatkan bahwa dien ini tidak memerlukan penyempurna dan tidak mungkin muncul satu masalah yang kecil ataupun yang besar melainkan terdapat pemecahannya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Akan tetapi ketika hawa nafsu telah mendominasi manusia, jadilah sebagian manusia buta dari kebenaran dan kebenaran itu tidak tampak olehnya. Anda akan dapati mereka itu jika muncul suatu peristiwa atau masalah yang belum pernah dikenal sebelumnya secara persis, meskipun jenisnya sama, mereka saling berselisih pendapat lebih dari jumlah jari-jari mereka. Jika hal itu mengandung dua pendapat, ada dapati mereka terdapat sepuluh pendapat. Ini semua karena hawa nafsu telah mendominasi manusia dewasa ini. Seandainya tidak dan niat yang ada adalah lurus, pemahamannya bersih, serta ilmunya luas, tentu kebenaran itu akan jelas.

Pokoknya, bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitahukan bahwa dajjal itu akan tinggal selama empat puluh hari, dan setelah empat puluh hari itu turunlah Al-Masih Isa putra Maryam yang dahulu telah dianggkat oleh Allah kepadaNya. dalam sebuah hadits shahih disebutkan : “Dia (Nabi Isa) akan turun di Menara Putih timur kota damaskus dengan meletakkan kedua telapaknya pada sayap dua malaikat. Jika kepalanya menunduk keluar aroma dan jika diangkat keluar permata seperti mutiara. Tiada seorang kafirpun yang mendapatkan baunya kecauali ia pasti mati”. Ini merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah. Selanjutnya Nabi Isa terus memburu dajjal sehingga terpojok di Pintu Ludd di Palestina lalu dibunuh di sana. Saat itulah akhir riwayatnya.

Nabi Isa selanjutnya tidak mau menerima agama lain selain Islam dan dia tidak mau menerima jizyah. dia juga akan menghancurkan salib dan membunuh babi sehingga tiada yang diibadahi dan disembah selain Allah. Bertolak dari sini, jizyah yang diwajibkan oleh umat Islam berakhir sampai di sini, ketika turunnya Isa. Namun tidak bisa dikatakan bahwa ini syari’at Nabi Isa ‘alaihis salam, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitahukan hal itu serta menetapkannya. Tidak diberitahukan hal itu serta menetapkannya. Tidak diberlakukannya lagi jizyah setelah turunnya Nabi Isa merupakan Sunnah atau ketetapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena sunnah Rasul itu meliputi perkataan, perbuatan serta iqrar (pengakuan). Beliau berbicara tentang Nabi Isa putra Maryam serta memberikan pengakuan, maka ini termasuk sunnahnya. Isa tidaklah membawa syari’at baru dan tidak ada seorangpun yang akan membawa syari’at baru kecuali dengan syari’at Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga hari kiamat.

Inilah beberapa hal yang berkaitan dengan dajjal yang bisa kami terangkan. Kita memohon kepada Allah agar melindungi kita semua dari fitnahnya.
[Disalin dari kitab Fatawa Anil Iman wa Arkaniha, yang di susun oleh Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, edisi Indonesia Soal-Jawab Masalah Iman dan Tauhid, Pustaka At-Tibyan]