Powered By Blogger

Minggu, 31 Maret 2013

Keluh Kesah Dan Bakhil Adalah Sifat Terburuk

Keluh Kesah Dan Bakhil Adalah Sifat Terburuk:
Keluh Kesah Dan Bakhil Adalah Sifat Terburuk


Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, "Kebiasaan terburuk yang ada dalam diri seseorang adalah kebakhilan yang menjadikan seseorang selalu berkeluh kesah dan ketakutan, yang menyebabkan timbulnya perasaan seakan-akan mau mati.". (H.r. Abu Dawud, Misykat).



Keluh Kesah Dan Bakhil Adalah Sifat Terburuk


Allah swt dalam Kalam Suci-Nya juga telah memperingatkan dua kebiasaan buruk ini. Allah swt berfirman :



إِنَّ الإنْسَانَ خُلِقَ
هَلُوعًا
إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ
جَزُوعًا
وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ
مَنُوعًا
إِلا الْمُصَلِّينَ
الَّذِينَ هُمْ عَلَى
صَلاتِهِمْ دَائِمُونَ
وَالَّذِينَ فِي
أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ
لِلسَّائِلِ
وَالْمَحْرُومِ
وَالَّذِينَ يُصَدِّقُونَ
بِيَوْمِ الدِّينِ
وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ
عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ
إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ
غَيْرُ مَأْمُونٍ
إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ
أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ
ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ
وَالَّذِينَ هُمْ
لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
وَالَّذِينَ هُمْ
بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى
صَلاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
أُولَئِكَ فِي جَنَّاتٍ
مُكْرَمُونَ


"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan, ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. Yaitu mereka yang dawam dalam mengerjakan shalatnya. Dan orang-orang  yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu. Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa pun (yang tidak mau meminta).

Dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan. Orang yang takut terhadap adzab Tuhannya. Karena sesungguhnya adzab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).

Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janji-janjinya. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itu (kekal) di surga yang dimuliakan." (Q.s. Al-Ma'arij: 19-35).

Pembahasan secara menyeluruh, yang serupa dengan ayat ini juga telah disebutkan pada permulaan surat Al-Mu'minun. Imran bin Husain r.a berkata bahwa Rasulullah saw sambil memegang ujung sorbannya bersabda, "Wahai Imran, Allah swt. sangat menyukai harta yang diinfakkan di jalan Allah, dan Dia tidak menyukai harta yang disimpan. Maka belanjakanlah hartamu berilah makan orang lain, jangan merugikan siapa pun agar kerugian tidak mengejarmu.

Perhatikanlah dengan sungguh-sungguh bahwa Allah swt menyukai kehati-hatian terhadap hal-hal yang syubhat (hal yang samar) yakni bila menghadapi sesuatu yang meragukan, hendaknya mengambil sikap dengan berhati-hati. Jangan asal-asalan (melakukan apa saja yang diinginkan). Dan Allah swt menyukai akal yang sempurna ketika syahwat memuncak (jangan sampai akal hilang pada waktu syahwat muncul). Dan Allah swt menyukai kedermawanan walaupun hanya mengeluarkan beberapa biji kurma (yakni menurut kemampuannya). Jika tidak bisa memberi banyak, maka janganlah malu memberi meskipun hanya sedikit. Allah swt juga menyukai keberanian, walaupun hanya dengan membunuh ular dan kalajengking.". (Kanzul-'Ummâl).

Takut kepada sesuatu yang tidak semestinya ditakuti tidaklah disukai Allah swt. Jika di dalam hati timbul juga perasaan takut, maka jangan ditampakkan. Tetapi dengan kekuatan, hendaknya menolak perasaan takut itu.

Di antara doa-doa Rasulullah saw yang diriwayatkan untuk pelajaran bagi umatnya adalah berlindung dari ketakutan. Dan dalam beberapa doa diriwayatkan agar memohon perlindungan darinya.

(Bukhari).

Islamic Motivation: DISUKAI DAN DIBENCI IBLIS

Islamic Motivation: DISUKAI DAN DIBENCI IBLIS: DISUKAI DAN DIBENCI IBLIS Diriwayatkan dari Nabi Isa as bahwa dia berkata kepada Iblis, "Manusia seperti apa yang paling engkau sukai...

Keajaiban Dan Keistimewaan Air Zam-zam

Keajaiban Dan Keistimewaan Air Zam-zam:
Tak banyak yang tahu bagaimana caranya sumur zam-zam bisa mengeluarkan puluhan juta liter pada satu musim haji, tanpa pernah kering satu kali pun. Seorang peneliti pernah diperintahkan Raja Faisal menyelidiki sumur zam-zam untuk menjawab tuduhan kotor seorang doktor dari Mesir.

Dari Ibnu Abbas r.a, bahwasannya Nabi Muhammad saw, bersabda tentang air zam zam yang artinya sebagai berikut "Sebaik-baiknya air dipermukaan bumi ialah air zam zam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit".

Keajaiban Dan Keistimewaan Air Zam-zam

Berapa Juta Liter air zam-zam ?

Berapa banyak air zam-zam yang di "kuras" setiap musim haji? Mari kita hitung secara sederhana. Jamaah haji yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia pada setiap musim haji dewasa ini berjumlah sekitar dua juta orang. Semua jemaah diberi 5 liter air zam-zam ketika pulang nanti ke tanah airnya. Kalau 2 juta orang membawa pulang masing-masing 5 liter zam-zam ke negaranya, itu saja sudah 10 juta liter. Disamping itu selama di Mekah, kalau saja jamaah rata-rata tinggal 25 hari, dan setiap orang menghabiskan 1 liter sehari, maka totalnya sudah 50 juta liter !!.

Keajaiban air zam-zam

Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan kepada Press Eropah bahwa air Zam-zam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu ada di bawah garis permukaan laut. Air Zam-zam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zam-zam. Masya Allah.

Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang kemudian memerintahkan Menteri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini, dan mengirimkan sampel air Zam-zam ke Laboratorium-laboratorium di Eropah untuk ditest.



Tariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidikinya. Pada saat memulai tugasnya, Tariq belum punya gambaran, bagaimana sumur Zam-zam bisa menyimpan air yang begitu banyak seperti tak ada batasnya.

Ketika sampai di dalam sumur, Tariq amat tercengang ketika menyaksikan bahwa ukuran "kolam" sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter). Tak terbayang, bagaimana caranya sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Penelitian menunjukkan, mata air zam-zam bisa memancarkan air sebanyak 11-18 liter air per detik. Dengan demikian, setiap menit akan dihasilkan 660 liter air. Itulah yang mencengangkan.

Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia minta asistennya masuk ke dalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tak ditemukan apapun!.

Dia berpikir, mungkin saja air sumur ini disuppli dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu kejadian nya, maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi dugaan inipun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air yang mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar.

Selanjutnya dia minta asistennya masuk lagi ke dalam sumur. Lalu menyuruh berdiri, dan diam ditempat sambil mengamati sekelilingnya. Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang terjadi, sekecil apapun. Setelah melakukan proses ini dengan cermat, asistennya tiba-tiba mengacungkan kedua tangannya sambil berteriak: "Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur".

Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air) berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan yang besar



Mengandung zat Anti Kuman.

Hasil penelitian sampel air di Eropah dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa Zam-zam mengandung zat fluorida yang punya daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu perbedaan air Zam-zam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium.

Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zam-zam. Itu mungkin sebabnya air zam-zam membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan.

Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. 'Rasanya' selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun.

Bisa Menyembuhkan Penyakit.

Nabi saw menjelaskan: "Sesungguhnya, Zam-zam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi".

Nabi saw menambahkan: "Air zam-zam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail". (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).


Rasulullah saw pernah mengambil air zam-zam dalam sebuah kendi dan tempat air dari kulit, kemudian membawanya kembali ke Madinah. Air zam-zam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang sakit dan kemudian disuruh meminumnya.

Dalam penelitian ilmiah yang dilakukan di laboratorium Eropa, terbukti bahwa zam-zam memang lain. Kandungan airnya berbeda dengan sumur-sumur yang ada di sekitar Makkah.

1. Kadar Kalsium dan garam Magnesiumnya lebih tinggi dibanding sumur lainnya, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan efek penyembuhan.

2. Zam-zam juga mengandung zat fluorida yang berkhasiat memusnahkan kuman-kuman yang terdapat dalam kandungan airnya.

3. Yang juga menakjubkan adalah, tak ada sedikit pun lumut di sumur ini. Zam-zam selalu bebas dari kontaminasi kuman.

4. Anehnya lagi, pada saat semua sumur air di sekitar Mekah dalam keadaan kering, sumur zam-zam tetap berair. Dan zam-zam memang tak pernah kering sepanjang zaman.

Beberapa ulama fikih merekomendasikan agar jamaah haji membawa zam-zam ketika pulang ke negaranya sebab zam-zam itu bisa sebagai obat untuk suatu penyembuhan. Dan ini terbukti, banyak jamaah dari Indonesia maupun negara lain yang pernah merasakan keajaiban air zam-zam.
Keistimewaan :

* Meminum Air zam zam menjadi satu amalan ibadah, dengan niat mengikuti anjuran Rasulullah.


* Diriwayatkan oleh Abdullah ibnu Abbas, Aku pernah menyiapkan air zam zam untuk Rasulullah, kemudian beliau meminumnya sambil berdiri.

* Makruh hukumnya apabila dipergunakan untuk mencuci najis, atau dipakai untuk membersihkan hadast besar.

* Disunahkan membawa air zamzam pulang ke negerinya bagi jamaah (penunai rukun Islam ke lima) yang memang berasal dari luar Negara Arab, dan Rasullulullah adalah orang pertama yang membawanya keluar kota Mekkah, yaitu ke Madinah.



* Mata airnya tidak pernah kering, meskipun berjuta-juta umat manusia meminumnya setiap hari terutama pada musim ibadah 'H', bahkan sekarang dengan peralatan canggih, orang yang di Masjid Nabawi (Madinah) yg berjarak 450 Km dari Mekah meminum air zam-zam setiap saat.

* Pada waktu Rasululullah akan melakukan Sa’i, beliau meminum air zam zam sampai kenyang, kemudian menyiram kepalaNya dengan air zam zam.

Keutamaan :

* Air Surga (maa’ul-Jannah), artinya air yang penuh berkah dan manfaat, seperti air surga.

* Nikmat Allah, salah satunya nikmat Allah bagi para Jamaah haji yang langsung dapat merasakan nikmatnya air ditengah-tengah padang pasir.

* Pencuci Kalbu, Air Pencuci Kalbu Nabi Muhammad saw, ketika Malaikat Jibril membasuh hati Muhammad dengan air zam-zam.

* Penuh Berkah, Karena Rasulullah SAW sering meminumnya dan tangannya yang penuh berkah dicelupkannya ke sumur zam zam.

* Mengenyangkan, Air yang mengenyangkan dan menghilangkan dahaga.

* Obat penyakit, Air penyembuh penyakit, baik penyakit jiea, batin atau jasmani dan Rasulullah menyebutnya “ mengobati penyakit” dan banyak kisah dan riwayat, sebagai bukti kebenaran hadist diatas.

 * Tidak akan kering hingga hari Kiamat, karena ia menjadi bukti keagungan dan kebenaran Allah.
Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam

Bentuk sumur Zam-zam dapat dilihat dibawah ini...


Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batu pasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.


Mata air zam-zam

Di bawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.


Kedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.

Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 - 18.5 liter/detik, hingga per menit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang ke arah hajar Aswad dengan panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil ke arah Shaffa dan Marwa.

Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.

Air Hujan Sebagai Sumber :

Daerah Tangkapan air hujan (cekungan Mekah

Kandungan Mineral

Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zam-zam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter.

Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapat dikelompokkan menjadi :

* Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre).

* Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).


Molekul air zam-zam

Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.

Analisa Kualitas Air Zamzam (Perbandingan Unsur Kimia Air Zamzam dengan Air Mineral) :



Subhanalloh...

source:

bl0gnya-blogger.blogspot.com

kelair.bppt.go.id

Tidur Kenyang, Sementara Tetangga Kelaparan

Tidur Kenyang, Sementara Tetangga Kelaparan:
Tidur Kenyang, Sementara Tetangga Kelaparan

Ibnu Abbas r.huma berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, Bukanlah orang yang beriman yang ia sendiri kenyang sedangkan tetangga di sebelahnya kelaparan.". (H.r. Baihaqi, Misykat).


Tidur Kenyang, Sementara Tetangga Kelaparan

Orang yang mempunyai cukup makanan untuk mengenyangkan perutnya, sedangkan tetangga di sebelahnya ada yang kelaparan, sangatlah tidak patut ia berbuat seperti itu. Seharusnya ia mengurangi makannya untuk menolong tetangganya itu.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah beriman kepadaku orang yang menghabiskan malamnya dalam keadaan kenyang dan ia tahu bahwa tetangga di sebelahnya kelaparan.". (Targhib)

Dalam sebuah hadits yang lain, Rasulullah saw. bersabda, "Pada Hari Kiamat, banyak manusia yang akan memohon kepada Allah swt sambil memegang ujung baju tetangganya, "Wahai Allah, bertanyalah kepadanya, karena ia telah menutup pintunya dan ia tidak memberiku sesuatu yang lebih dari keperluannya.". (Targhib).

Disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda, "Wahai manusia, bersedekahlah aku akan menjadi saksi atasnya pada hari kiamat. Mungkin ada di antara kalian yang pada malam hari masih mempunyai sesuatu yang berlebih setelah ia kenyang, sedangkan saudara sepupunya menghabiskan malamnya dalam keadaan lapar. Dan mungkin ada di antara kalian orang yang selalu menambah hartanya, padahal tetangganya yang miskin tidak dapat mencukupi keperluannya.". (Kanzul-'Ummal).

Disebutkan dalam sebuah hadits yang lain bahwa Rasulullah saw bersabda, "Cukup bagi seseorang untuk dianggap bakhil jika ia berkata, 'Aku akan mengambil hakku sepenuhnya, sedikit pun tidak akan aku sisakan'.".
(Kanzul-'Ummal).

Maksudnya ketika ada pembagian, ia selalu berpikir untuk mengambil haknya sepenuhnya, baik dari saudaranya atau dari tetangganya. Tanda kebakhilan lainnya adalah mempertahankan barang yang tidak ada harganya. Padahal, jika barang itu jatuh ke tangan orang lain, ia tidak akan mati kelaparan.

Bakhil Terhadap Binatang Piaraan

Bakhil Terhadap Binatang Piaraan:
Bakhil Terhadap Binatang Piaraan


Ibnu Umar r.huma dan Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, "Seorang wanita diadzab karena telah menahan seekor kucing hingga mati kelaparan. Ia tidak memberi makan kucing itu dan tidak melepaskannya agar ia dapat makan binatang lainnya.".


Bakhil Terhadap Binatang Piaraan


Tanggung jawab orang yang memelihara binatang sangatlah berat karena binatang-binatang itu tidak bisa berbicara untuk mengutarakan keinginannya. Dengan demikian, mengawasi makanan dan minumannya sangatlah penting. Orang yang berbuat bakhil terhadap binatang berarti menyiapkan dirinya untuk diadzab. Banyak sekali orang yang senang memelihara binatang, tetapi ia tidak mampu mengeluarkan harta untuk membeli rumput dan biji-bijian untuk memberi makan binatang itu.

Diriwayatkan dari Rasulullah saw dalam beberapa hadits dengan matan yang berbeda, agar kita takut kepada Allah dalam hal memelihara binatang. Ketika Rasulullah saw sedang dalam perjalanan, beliau melihat seekor unta yang perutnya menempel di punggungnya (karena lapar atau kurus). Maka Rasulullah saw bersabda, "Takutlah kepada Allah swt mengenai binatang-binatang yang tidak dapat berbicara ini. Tunggangilah ia ketika dalam keadaan sehat dan sembelihlah ia ketika dalam keadaan balk

Jika buang air besar, Rasulullah saw biasa pergi ke hutan, kebun atau di balik sebuah bukit. Suatu ketika, beliau pergi ke sebuah kebun untuk menunaikan keperluan tersebut. Ketika tiba di tempat itu Rasulullah saw melihat seekor unta, dan begitu unta itu melihat beliau, unta tersebut menangis dan air mata bercucuran dari matanya (pada umumnya setiap orang yang tertimpa musibah bila melihat orang yang peduli dengan kesusahannya, maka hatinya akan merasa senang).

Lalu Rasulullah saw mendatangi unta tersebut dan memegang daun telinga unta itu dengan tangan beliau, sehingga unta itu diam. Rasulullah saw bersabda, "Siapakah pemilik unta ini?" Maka datanglah seorang sahabat Anshar dan berkata, "Saya ya Rasulullah.".

Rasulullah saw bersabda, "Apakah kamu tidak takut kepada Allah Yang telah menjadikanmu sebagai pemilik unta ini. Unta ini mengadukan dirimu karena kamu membiarkannya kelaparan dan terlalu banyak mempekerjakannya.".

Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan, "Suatu ketika Rasulullah saw melihat seekor keledai yang rnukanya telah dicap. Rasulullah saw bersabda, "Sampai sekarang kalian belum tahu bahwa aku melaknat orang yang mengecap muka binatang atau memukul mukanya". Riwayat ini telah disebutkan di dalam kitab Sunan Abi Dawud.

Di samping itu, dalam beberapa riwayat lainnya juga terdapat peringatan supaya tidak teledor dalam memelihara binatang. Jika terhadap binatang saja seperti itu, apalagi terhadap manusia sebagai asyraful makhluqat (makhluk termulia), tentunya harus lebih diperhatikan. Rasulullah saw bersabda, "Cukuplah menjadi penyebab dosa bagi seseorang karena menyia-nyiakan orang-orang yang nafkahnya menjadi tanggungannya.".

Karena itu bila seseorang memelihara binatang untuk keperluannya, maka berbuat bakhil terhadap binatang itu karena ia menganggap bahwa tak seorang pun yang mengetahui perbuatannya terhadap binatang tersebut, maka itu merupakan kezhaliman yang besar terhadap dirinya. Dzat Yang Maha Mengetahui tentu akan mengetahui semua perbuatannya, dan malaikat yang bertugas mencatat perbuatan manusia tentu akan mencatat perbuatannya. Betapa zhalimnya orang yang berbuat bakhil kepada binatang yang dipakai untuk membajak sawah, diambil susunya, atau untuk membantu pekerjaan lainnya.